Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2011

Pembicaraan Mentok, Laga NBA Terancam

NEW YORK - Pembicaraan maraton antara Asosiasi Pemain NBA dan pemilik klub ternyata sia-sia. Pasalnya, setelah tiga hari pertemuan, kedua belah pihak belum juga menemukan kata sepakat. Praktis, akan banyak pertandingan NBA yang dibatalkan karena hal ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Asosiasi Pemain NBA dan Pemilik klub melakukan pertemuan selama tiga hari secara beruntun, dengan dibantu oleh mediator George Cohen. Sayang, pertemuan ini tidak menghasilkan apa-apa.

"Sayang, kami tidak mampu menjembatani perbedaan jarak antara kedua belah pihak. Kami mengerti hasil pembicaraan kami. Atas nama pertandingan NBA, kami sangat sedih hal ini terjadi," sesal wakil Komisioner Adam Silver kepada NBA TV, Jumat (21/10/2011).

Sementara itu, Komisioner NBA David Stern sendiri tidak bisa hadir dalam pertemuan ini. Stern diberitakan mengalami sakit flu. Dengan demikian, sejumlah pertandingan terancam dibatalkan kembali oleh NBA.

Perlu diketahui, mentoknya pembicaraan lockout NBA ini, memaksa Stern membatalkan sejumlah pertandingan pramusim dan juga dua pekan pertama laga NBA musim reguler, yang seharusnya berlangsung 1 November.

Pemilik NBA mengklaim mengalami kerugian sekira USD300 juta tahun lali. Mereka meminta pemain mau memotong pembagian pendapat dari 57 persen menjadi 47 persen dari kontrak sebelumnya. Namun para pemain menolaknya.

Pemain yang diwakili ketua Asosiasi Pemain NBA Derek Fisher, hanya mau memotong pembagian pendapat dari 57 menjadi 53 persen. Kemudian, pemilik meminta pembagian sama rata menjadi 50-50 persen. Tapi tawaran ini kembali ditolak oleh pemain.

Taufik Tersingkir di Babak Pertama

Taufik Hidayat (dok)
PARIS – Pebulutangkis putra andalan Indonesia Taufik Hidayat harus tersingkir di babak pertama French Open setelah dikalahkan pebulutangkis China Zhengming Wang dua set langsung 21-17, 21-16 Rabu (26/10/2011) malam WIB.

Dalam pertandingan yang berjalan hanya 38 menit itu, terjadi saling susul angka di set pertama. Menantu Agum Gumelar ini sempat tertnggal 18-13 lalu kemudian mendekati angka Wang menjadi 18-17. Namun, Wang langsung melesat dan menyelesaikan set pertama dengan skor 21-17.

Di set kedua, Taufik sudah tertinggal hingga 9-5, tapi kemudian menyamakan kedudukan menjadi 9-9. Wang mencoba bermain lebih agresif sehingga membuatnya terus memimpin peroleh angka. Hingga akhirnya pertandingan diakhiri oleh Wang setelah menang 21-16 di set kedua.

Sementara itu, di nomor ganda campuran, pasangan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah juga harus pulang lebih awal di Prancis Open. Mereka dikalahkan ganda campuran Thailand Maneepong Jongjit/Savitree Amitapai dengan dua set langsung 21-17 21-19.

Pertandingan sesungguhnya berjalan seru, kedua pasangan menampilkan permainan atraktif. Namun, keberuntungan lebih berada di pihak pasangan Thailand yang bermain cukup konsisten sepanjang pertandingan.

Nasib serupa juga dialami ganda putri andalan Indonesia, Meiliana Jauhari/Greysia Polii yang tersingkir secara mengejutkan dari Prancis Open setelah dikalahkan pasangan Malaysia Vivian Kah Mun Hoo/Khe Wei Woon dengan tiga set 18-21 21-16 21-15.

Hasil ini tentu saja cukup mengecewakan karena wakil Indonesia yang melaju ke babak kedua French Open jelas berkurang sehingga peluang untuk merebut gelar kian tipis.

Gloria: Belum Puas Sebelum Juara

Foto: PB Djarum
MERAIH gelar juara di berbagai even bukan perkara mudah bagi setiap atlet. Berlatih keras dan memiliki motivasi tinggi menjadi kuncinya. Itulah yang selalu ditanamkan pebulutangkis putri Indonesia, Gloria Emanuelle Widjaya.

Pemain belia yang baru saja menjuarai BWF World Junior Championships 2011 pada nomor campuran ini menyatakan tidak akan puas sebelum juara. Baginya, gelar juara bahkan lebih penting daripada dipanggil ke pelatnas sekalipun. Tapi dia sadar lambat laun juga akan dipanggil pelatnas bila konsisten dalam mencetak prestasi.

“Pokoknya jangan pernah puas kalau belum juara. Bagi saya hal terpenting adalah menjadi juara,” ujar Gloria, yang merupakan binaan PB Djarum ini.

Gloria merupakan gadis kelahiran Bekasi, 28 Desember 1993. Karier bulutangkisnya diawali kala masih berusia empat tahun. Pengetahuan tentang dasar bulutangkis diperkenalkan sang ayah, Samuel Widjaja. Setelah sekian lama menggeluti bulutangkis, Gloria akhirnya bergabung dengan PB Djarum pada 2007.

Sebelum tampil pada pentas internasional, gadis berpostur 182 cm ini pernah tampil pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) 2007. Sayang, langkahnya terhenti pada babak 16 besar. "Seharusnya saya bisa memenangkan pertandingan ini," papar Gloria mengenang pertandingan paling mengesankan dalam hidunya itu.

Pengalaman pahit tersebut rupanya tidak menciutkan mental dan psikologi Gloria. Dia terus menjalani latihan serius di PB Djarum. Berbagai nomor dicobanya mulai tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran. Sang pelatih ternyata melihat potensi besarnya di nomor ganda campuran atau ganda putri.

Terbukti, setelah sekira empat tahun menerpa ilmu di PB Djarum, Gloria menunjukkan bahwa dirinya pantas menjadi pebulutangkis hebat. Dia bisa melaju hingga semifinal Badminton Asia Youth Under 19 Championships 2011 pada nomor ganda campuran. Ajang ini juga menjadi kali pertama bagi Gloria mewakili Merah Putih.

Mencapai semifinal Badminton Asia Youth Under 19 Championships 2011 menjadi pelajaran berarti baginya. Dengan modal tersebut, pemain yang hobi berenang ini tampil sebagai juara dunia BWF World Junior Championships 2011. Gloria yang turun di nomor ganda campuran bersama Alfian Eko Prasetya mampu menyingkirkan setiap lawannya.

"Prestasi ini menjadi awal bagi saya untuk menuju gelar yang lebih besar. Saya ingin menjadi jawara dunia di kategori senior," papar pemain yang menganggap tanggu pebulutangkis asal Malaysia, Cina dan Korea ini.

Ketika ditanya pemain yang menjadi motivatornya mengukir prestasi, Gloria dengan lantang menyebut nama pebulutangkis Korea Selatan, Lee Hyo Jung. “Dia memiliki tinggi. Saya sering memperhatikan, mengikuti pola permainannya,” tuturnya.

Kejutan, Djokovic Dibekuk Ferrer!

LONDON – Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic di luar dugaan harus mengakui keperkasaan petenis peringkat lima dunia, David Ferrer. Parahnya lagi Djokovic takluk dengan dua set langsung, dalam lanjutan ATP World Tours Final, Kamis (24/11/2011) dini hari WIB.

Djokovic menatap pertandingan melawan petenis Spanyol tersebut begitu bersemangat. Apalagi sebelumnya dia berhasil mengalahkan Tomas Berdych di partai pembuka. Namun, Djokovic dikejutkan dengan permainan sensasional Ferrer. Petenis Spanyol tersebut di set awal bahkan berhasil mempecundangi jawara ATP tersebut dengan skor 6-3.

Di set kedua, dominasi Ferrer semakin menonjol. Hal ini terlihat dengan cara Ferrer melumat lawannya ini melalui kemenangan telak 6-1 sekaligus memuncaki grup A dengan meraih dua kemenangan berturut-turut dan berhasil meraih empat poin.

Atas kemenangan ini, Ferrrer semakin percaya diri menatap pertandingan berikutnya. Sedangkan bagi Djokovic, harus memastikan langkah berikutnya dengan harus mengalahkan rekan senegaranya Janko Tipsarevic di partai selanjutnya.